Leave a comment

Putri Penarik Becak Itu Ber-IPK Nyaris Sempurna

Jumat, 26 Agustus 2011

Mata Mugiyono (50) berkaca-kaca begitu Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Sudijono Sastroaatmodjo menyalaminya. Keharuan tiba-tiba menyergap perasaan bapak dua anak yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak itu.

Betapa tidak, Jumat (26/8) pagi  itu dia dan istrinya tak menyangka bakal kedatangan petinggi para akademisi Universitas Konservasi. Bahkan Rektor datang bersama para pembantu rektornya dan beberapa pejabat tingkat universitas.

Kula boten nginten Bapak-Bapak badhe rawuh mriki (Saya tidak menyangka Bapak-Bapak akan datang di sini),” katanya sambil menyeka air mata yang membasah di penglihatannya.

Namun di balik keharuan itu, Mugiyono pantas berbangga. Raeni, anak keduanya, tidak hanya menyandang predikat mahasiswa Pendidikan Ekonomi (Akuntansi) Fakultas Ekonomi Unnes. Raeni juga satu dari ratusan mahasiswa Unnes angkatan 2010 yang memperoleh Beasiswa Bidik Misi.

Bebas Bea Kuliah
Bidik Misi adalah beasiswa yang dikucurkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan beasiswa itu, penerimanya bebas dari segala biaya kuliah selama empat tahun atau delapan semester, bahkan memperoleh biaya hidup Rp500.000 per bulan. Beasiswa ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi namun berprestasi tinggi.

Apakah Raeni berprestasi? Tentu saja. Semester pertama dituntaskan oleh lulusan SMK 1 Kendal ini dengan indeks prestasi 4,00. Sebuah prestasi akademik yang tidak hanya membanggakan, tetapi sempurna. Semester berikutnya memang turun, yakni “hanya” 3,96. Dengan begitu, untuk sementara indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya 3,98. Nyaris sempurna!

Terhadap prestasi itu, Rektor Unnes memberikan apresiasi. Selain kunjungan  Jumat pagi itu, saat upacara Hari Pendidikan Nasional 2 Mei silam, Rektor memberikan penghargaan secara khusus kepada para penerima Beasiswa Bidik Misi.

“Kami memang merasa berkewajiban untuk mengawal Beasiswa Bidik Misi. Tidak hanya supayay tepat sasaran, tetapi juga agar para penerimanya selalu memiliki motivasi untuk terus berprestasi selama studi,” kata Prof Sudijono.

Itulah kenapa, hari itu Rektor tidak hanya mengunjungi rumah Raeni, tetapi juga kediaman Akhmad Solikin di Magelung Kecamatan Kaliwungu dan Ragil Widyasti di Sukomangli Kecamatan Patean. Solikin adalah anak petani, sedangkan Ragil yatim piatu setelah bapaknya meninggal lebih dari setahun lalu.

Unnes sendiri, tahun lalu mengucurkan 400 Beasiswa Bidik Misi. Sementara untuk angkatan 2010 pengucurannya terus berjalan, tahun ini kuota untuk mahasiswa baru bertambah menjadi 450. Bahkan belakangan bertambah 1.000 sehingga menjadi 1.450.

“Kami memang mengajukan tambahan 1.000 ke Mendiknas, dan alhamdulillah diluluskan,” katanya.

Ditulis : Sucipto Hadi Purnomo

sumber: Unnes

Berita Terkait

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: